Pages

Translate

Friday, November 15, 2013

Pencipta Logo OSIS & Pencetus PASKIBRAKA


Bagi kalian yang masih sekolah pasti disetiap saku bajunya terpasang sebuah logo bertuliskan OSIS, lalu apakah kalian tahu siapa pembuat dan arti dari logo tersebut?

Mari kita sedikit mundur kebelakang, untuk bisa mengenang pembuat logo tersebut. Beliau adalah H. Idik Sulaeman Nataatmadja, AT (lahir di Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, 20 Juli 1933), menghabiskan masa kecil di daerah kelahirannya, sampai tamat SMP di Purwakarta dan pindah ke Jakarta saat masuk SMA. Sejak kecil, jiwa seni sudah terlihat dalam dirinya. Tak heran bila setamat SMA Idik memilih seni rupa sebagai pilihan profesinya dengan menamatkan pendidikan sebagai sarjana seni rupa di Departemen Ilmu Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 9 April 1960.



Idik Sulaeman memulai kariernya di Balai Penelitian Tekstil (1960-1964). Pada 1 Februari 1965 ia diangkat menjadi Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan yang saat itu dijabat Mayjen TNI dr. Azis Saleh.

Dunia seni dan tekstil harus ditinggalkannya karena pindah kerja ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan pada 1 Desember 1967. Saat inilah, ia banyak membantu Husein Mutahar dalam mewujudkan gagasannya membentuk Paskibraka.

Bersama dengan para pembina lainnya, Idik membantu Mutahar menyempurnakan konsep pembinaan Paskibraka. Pasukan yang pada tahun 1966 dan 1967 diberi nama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka, pada tahun 1973 mendapat nama baru yang dilontarkan oleh Idik. Nama itu adalah PASKIBRAKA, yang merupakan akronim dengan kepanjangan PASuKan PengIBar BendeRA PusaKA.

Selain memberi nama, Idik juga menyempurnakan wujud Paskibraka dengan menciptakan Seragam Paskibraka, Lambang Korps, Lambang Anggota, serta Tanda Pengukuhan berupa Lencana Merah-Putih Garuda (MPG) dan Kendit Kecakapan.

Pada 30 Juni 1975, ia diangkat menjadi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Kegiatan di Direktorat Pembinaan Generasi Muda (Ditbinmud). Pada 9 Maret 1977, ia mencapai posisi puncak di Ditbinmud setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga (Ditjen PLSOR). Tiga tahun penuh ia benar-benar menjadi ”komandan” dalam latihan Paskibraka, yakni Paskibraka 1977, 1978 dan 1979.

Pada 24 November 1979, Idik ditarik ke Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Dikdasmen) dan menjabat Direktur Pembinaan Kesiswaan sampai 15 November 1983. Selama empat tahun itu, dengan latar belakang pendidikan seni rupa dan pengalaman kerja di bidang tekstil, Idik mencatat sejarah dalam penciptaan seragam sekolah yang kita kenal sampai sekarang: SD putih-merah, SMP putih-biru dan SMA putih-abu-abu, lengkap dengan lambang sekolah dasar (SD) dan OSIS yang kini selalu melekat di saku kiri seragam sekolah.

Namun kini beliau telah wafat tepatnya tanggal 4 April 2013 pada pukul 08.45 WIB di RS Siloam karena stroke. Meninggalkan sang istri Aisah Martalogawa dan tiga orang anak, yakni Ir. Ars Isandra Matin Ahmad (yang beristrikan Ir.ars Retno Audite), Isantia Dita Asiah (yang bersuamikan Drs. Mohammad Imam Hidayat), dan Dra Isanilda Dea Latifah yang bersuamikan Ari Reza Iskandar). Dari ketiganya, Idik memiliki enam orang cucu, masing-masing 3 cucu laki-laki dan 3 cucu perempuan.

Bagi kalian yang tidak tahu atau lupa arti lambang OSIS dan PASKIBRAKA, coba baca keterangan di bawah seperti dikutip dari danish56.blogspot.com:

Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

Buku terbuka
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Kunci pas
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

Tangan terbuka
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

Biduk
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.

Pelangi merah putih
Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.

Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.

Warna kuning
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.

Warna coklat
dapat berarti sifat kedewasaan dan sikap rela berkorban bagi tanah air.

Warna merah putih
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.


 
Lambang dari organisasi PASKIBRAKA adalah bunga teratai

Tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar, bekerja, dan berbakti
Tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang pakibra harus aktif, disiplin, dan bergembira

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih “Pasukan Pengerek Bendera Pusaka”. Barulah pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.


Riwayat Hidup H. Idik Sulaeman Nataatmadja, AT

Lahir: Kuningan, Jawa Barat, 20 Juli 1933

Pendidikan:
Sekolah Rakyat di Tasikmalaya
SMP Tasikmalaya dan Purwakarta
SMA Boedi Oetomo Jakarta
Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, 1954-1960

Istri: Aisah Martalogawa

Anak:
Isandra Matin ahmad
Isantia Dita Aslah
Isanilda Dea Latifah

Pekerjaan:
Desainer tekstil di Balai Penelitian Tekstil Bandung, 1960-1964
Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan, 1965-1967
Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan Direktorat Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1967-1975
Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Pelatihan, 1975-1977
Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda Direktorat Jenderal
Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga, 1977-1979
Direktur Pembinaan Kesiswaan Ditjen Pebinaan Dasar dan Menengah, 1979-1983
Dosen Fakultas Teknik Universitas Trisakti , 1985-2003
Pembantu Rektor III Universitas Trisakti, 1989

Riwayat kepanduan:
Pandu perintis di Pandu Rakyat tasikmalaya, 1946
Pandu pawang di Purwakarta, 1950
Pandu penuntun di Jakarta
Andalan Nasional Pengurus Himpunan Pandu dan Pramuka Werda, 1998

Penghargaan:
Wibawa Seroja Nusantara
Bintang Jasa Pratama Karya Satya XXX

Soekarno di Mata Dunia



Gambar Perangko Negara tetangga yang ada gambar Soekarno


Di Negara Adidaya

Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956). Dikutip dari faktaterselubung.com


Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961).

Bersama Mantan negara penjajah

Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).

Menjadi cover majalah TIMES tahun 1946

Go International

Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia). Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri “Uni Soviet”/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).


Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965).


Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960).


Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958).

Misteri Santet, Proses dan Penangkalnya

Mendengar kata santet, sebagian besar masyarakat percaya kalau santet digolongkan sebagai ilmu hitam yang bisa mencelakai manusia. Diyakini juga ilmu santet, keberadaannya menyebar dari Sabang sampai Merauke. Yang membedakan, masing-masing daerah memiliki tradisi dan ritual berbeda dalam praktik santet ini. Selain juga beda penyebutannya. Sihir, santet, teluh memiliki arti yang hampir sama, menyerang lawan menggunakan kekuatan magis tak kasat mata dari jarak jauh seperti dilansir merryscolingmas.blogspot.com
 
Bagaimana dengan Jawa Timur? Propinsi yang terletak di bagian timur pulau Jawa ini, memang unik. Beberapa daerahnya bahkan dipercaya sebagai “sarang” atau pusat berkumpulnya orang yang memiliki ilmu santet, atau yang sering disebut dukun santet. Sebut saja, Banyuwangi, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, hingga Lamongan.

Meski banyak menjadi perbincangan masyarakat. Namun, tidak semuanya tahu, apa sebenarnya santet, dan bagaimana santet bisa beroperasi? Samar-samar dan terselubung layaknya praktik santet itu sendiri.

Dari beberapa referensi dan pengakuan dukun santet, dari berbagai daerah, bisa diketahui jika ilmu santet dibagi menjadi dua bagian. Yakni santet dengan menggunakan benda dan makhluk gaib. Santet yang menggunakan media benda, atau yang disebut Demasetralisasi ini, mengubah energi menjadi benda, dan benda menjadi energi. Energi inilah yang dipakai untuk melukai lawan, dan mudah menembus lawan yang sedang emosi atau mengalami kenaikan tekanan darah dan gejolak jantung.

Sedangkan ilmu santet yang menggunakan makhluk gaib, biasanya akan memanfaatkan jin dan setan. Santet jenis ini, diyakini lebih ganas, dan dikategorikan sebagai ilmu hitam. Santet jenis ini, biasanya langsung berimbas pada orang yang dituju. Bahkan, tidak jarang diantaranya langsung meninggal dunia. Santet dengan menggunakan media makhluk gaib ini, berkembang di daerah yang masih memegang teguh adat dan mitos.

Proses Santet

Setelah mengenal jenis santet. Ada beberapa hal yang harus diketahui soal santet. Salah satunya adalah bagaimana santet bisa menyerang manusia.

Dalam dunia magis, ada beberapa proses atau teknik ilmu santet. Santet baru bisa berjalan setelah sang dukun memiliki media pengantarnya. Misalnya dengan foto atau rambut korban.Pelaku santet asal Tulungagung mengatakan, saat melakukan ritual santet, dirinya lebih sering menggunakan dua media itu. Pengiriman santet akan lebih sempurna apabila weton atau hari pasaran seseorang yang menjadi sasaran.





Pelaku santet mengaku, agar santet bisa tepat sasaran. Ada beberapa ritual yang harus dilakukan. Diantaranya dengan membakar kemenyan untuk mengundang roh halus atau makhluk gaib. Setelah itu, barulah ia membaca mantra santet, sambil menulis rajah gaib pada photo, atau boneka. Dalam, hal tertentu, ia akan menggunakan darah ayam sebagai sarana.



Dari penuturan pelaku santet, kekuatan santet di masing-masing daerah berbeda. Untuk di Indonesia, pelaku menyebut ilmu santet yang dimiliki dukun di pedalaman Kalimantan, jauh lebih hebat dan berbahaya dibandingkan di tanah Jawa. Alasannya, santet yang dimiliki dukun di Kalimantan, mampu menyeberang laut.

Selain itu, ilmu santet di Kalimantan, cenderung mirip ilmu voodo yang dimiliki dukun di Afrika. Voodo, biasanya hanya cukup melalui sarana boneka, dan jarum yang digunakan untuk mengirim santet pada sasaran. Jarum cukup ditusukkan pada bagian tubuh boneka tersebut. Alhasil, jika sudah terkena serangan itu, bisa dipastikan akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada tubuh orang yang menjadi target santet. Bahkan, tidak jarang diantaranya bisa meninggal dunia.

Ilmu-ilmu mistis seperti santet dan teluh di pedalaman Kalimantan yang tersohor adalah warisan suku Dayak. Suku pedalaman yang sejak mula menganut faham animisme dan mengagungkan roh leluhur ini cukup terkenal. Selain melalui media gaib, santet suku Dayak bisa dikirim melalui media angin. Seperti “racun Paser”, ilmu suku dayak Paser, di daratan Pulau Penajam, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Akibat dari serangan Racun Paser yang dikirim melalui angin senja tepat di hari naas atau weton kelahiran seseorang, bisa menyebabkan gatal-gatal sekujur tubuh, bahkan karena racun yang disebar menyerap ke tulang dan menyerang sekujur tubuh. Kenapa harus dikirim senja menjelang matahari terbenam? Di kalangan ahli santet, udara sore menjelang maghrib dipercaya sebagai waktu paling mujarab untuk menebar ilmu mistis yang bisa mencelakai orang lain.

Dari kesaksian sumber yang pernah mengalami serangan racun paser, selama 3 bulan ia mengalami penyakit kulit yang aneh. Mulanya Ia mengira penyakit kulit biasa. Keluarga mengantarkannya berobat dan konsultasi rutin ke dokter kulit. Namun hingga dua bulan tak kunjung sembuh.
Ia menyebut aneh karena gatal-gatal di sekujur tubuhnya menjadi ngilu sampai ke tulang belulang, setiap menjelang senja hingga subuh. Ketika tengah malam, Dia yang asli Jawa dan tinggal di Kaltim sejak tahun 1980 dan masih kental dialeg jawanya ini mendadak bisa berbicara fasih dalam bahasa Suku Dayak dan sesekali Bahasa Banjar. Ia baru sembuh setelah mencoba pengobatan alternative ke salah seorang ulama dari Jawa yang memiliki keahlian.

Untuk santet sejenis voodo, di Kalimantan masyhur disebut sebagai “parang maya”. Jika racun paser menyerang pelan-pelan, parang maya tergolong serangan mendadak dan mematikan telak. Sama dengan voodoo, media yang digunakan berupa boneka orang-orangan. Praktiknya sedikit berbeda, untuk melukai sasaran yang diumpakan sebagai boneka, tidak menggunakan jarum seperti voodoo. Namun menggunakan senjata berupa bunga kelapa yang disabetkan ke tubuh boneka.
Ritual dilangsungkan pada hari naas, bertepatan dengan weton kelahiran seseorang yang jadi sasaran. Target parang maya adalah organ bagian dalam tubuh. Biasanya, saat melakukan ritual, bunga kelapa disabetkan ke bagian tengah tubuh. Korban yang meninggal akibat serangan gaib ini ditandai dengan tanda gosong memanjang tepat di kulit luar tubuh yang menutupi organ dalam.

Penangkal Santet

Menurut pelaku santet, santet akan sulit menyerang orang yang memiliki iman, kesadaran dan kasih. Jika berhadapan dengan orang seperti ini, pelaku santet memilih mengalah. Ia beralasan, bila diteruskan, akan sangat membahayakan dirinya, sebab energi negatif yang dikirim akan berubah menjadi energi positif, dan berbalik menyerang dukun santet.
Santet juga akan sulit menyerang orang yang memiliki kebiasaan tidur di atas jam 12 malam. Begitu juga orang yang memiliki kebiasaan tidur di atas lantai. Hal ini, dikarenakan batas ketinggian santet berada di atas 50 cm. Mengapa demikian, karena dukun santet saat melakukan ritual akan duduk bersila.

Cara lain yang lebih ekstrim, namun tidak dianjurkan, adalah kepala rumah tangga, setiap jam 12 malam, harus berjalan mengelilingi rumah, sambil mengencingi sudut halaman rumah. Bisa juga dengan menaburkan garam dapur di setiap sudut rumah serta mengucapkan doa memohon keselamatan kepada Tuhan.

Ciri-ciri 4L4Y


Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak Layu, atau Anak keLayapan yang menghubungkannya dengan anak JARPUL (Jarang Pulang). Tapi yang paling santer adalah anak layangan. Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yg sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan “anak kampung”, karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.

Berikut adalah pengertian alay menurut beberapa ahli, dikutip dari tipstopsbangets.blogspot.com

Koentjara Ningrat:
“Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya. Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar”

Selo Soemaridjan:
“Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu.”
Tapi seiring perkembangan zaman, alay sering diidentifikasikan menjadi narsis, fotogenic, sok gaul, emo dan lain-lain.

Secara garis besar, ciri-ciri alay adalah sebagai berikut
  1.  Selalu ngerasa paling tau tentang sepeda dan kegiatan bersepeda. Padahal jarang banget gowes, sekalinya gowes palingan pas ada Event atau ada liputan aja untuk memburu Goodie Bag atau sekedar narsis
  2.  Pas nongkrong, yang cewek godain cowok, yang cowok godain cewe
  3.  Kalo lagi ngumpul bawa handshet buat dengerin lagu lewat handphone (suka pamer ga jelas & sok asik gitu deh). Trus sok telpon-telponan dan bbm-an. kondisi terparah, biasanya suka ngunjukin bbm dari ce/co ke temenya, biar dibilang klo ce/co nya perhatian ama dia.
  4.  Sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo ga tau.
  5.   Sok pengen ‘gaul’ mau ngikutin tren yang sekarang tapi terlalu LEBAY (cth: nge-mix baju ga kira kira; baju ijo, celana kotak kotak, sepatu merah, kacamata biru!)
  6.  Dimana mana selalu ada acara yg namanya ‘putu putu narziz’, entah itu di track sepeda, WC, mobil, kamar, stasiun, angkot, dll.
  7.  Fotonya ga nahan semua! (dengan gaya di imut imutin, dideketin lampu biar ‘terang bgt’, foto deket bgt dari wajah, biar jeleknya ga keliatan, foto dari atas, biar kelihatan keren kali ya, dll. Pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang)
  8.  Buat cewek tiap hari kerjaannya ngomongin tentang cowo mulu! (contoh: eh tau ga si A tadi gini loh sama gue hahaha lucu bgt ya? yah pokoknya sok pamer gitu deh, berasa cantik)
  9. Buat cowok, tiap hari kerjaannya cari musuh (ribut) mulu sama temen temen cowoknya yg lain *biar dianggep keren gituw*
  10. Di facebook bagi yang cewek majang cowok-cowok ganteng semua, meski ga kenal, biar dianggep cantik & gaul. Kalo yg cowok ya majang foto cewek semua, walau ga kenal biar dikata cowok ganteng.
  11. Nama facebokk mengagung-agungkan diri sendiri, seperti : pRinceSs cuTez, sHa luccU, tIkka cAntieqq, etc.
  12. Kata/singkatan selalu diakhiri huruf z/s (cth: nama talitra, dbuat jadi: talz. Nama niken, dibuat jadi qens, dsb!)
  13. Foto di facebook bisa nyampe 300 lebih padahal cuman foto dirinya sendiri
  14. Suka menghina orang lain yang ga sama kaya dia

10 Perilaku Berinternet Orang Indonesia

Berikut 10 Perilaku Berinternet Orang Indonesia, dikutip dari: beritaunik.net
  1.  Satu dari tiga orang penduduk perkotaan di Indonesia mengakses internet dalam satu bulan terakhir
  2.  Penetrasi internet pada segmen penduduk usia 15-29 tahun paling tinggi dibandingkan segmen usia lain dengan persentase sebesar 64 persen. Diikuti usia 20-24 tahun sebesar 42 persen. Berikutnya usia 25-29 tahun sebesar 28 persen, kemudian usia 30-34 tahun sebesar 16 persen, usia 40-44 tahun sebesar 12 persen, dan usia 45-50 tahun sebesar 5 persen.
  3.  Pengguna internet tidak hanya di kota besar, tetapi juga menyebar di kota-kota kecil.
  4. Warung internet (warnet) paling sering digunakan mengakses internet, 83 persen dari pengguna online menggunakan warnet dalam satu bulan terakhir. Disusul akses dari handphone, PDA, dan perangkat mobile lain sebesar 22 persen, dari kantor 19 persen, dari sekolah 17 persen, dan dari rumah 16 persen.
  5. Enam dari 10 pengguna internet mengunjungi situs jaringan sosial(social network) setiap bulan.
  6. Sebanyak 28 persen masyarakat perkotaan mengakses internet dalam satu bulan terakhir. 6 persen mengakses internet tiap hari.
  7. Penggunaan internet yang tinggi tidak hanya didominasi Jakarta, tetapi juga merata di banyak kota lain.
  8. Aktivitas internet paling sering digunakan bukan untuk membuka berita online atau bertransaksi, melainkan untuk membuka email berbasis web sebesar 59 persen, instant messenger 58 persen, membuka situs jaringan sosial 58 persen, mesin pencari 56 persen, membaca berita online 47 persen. Setelah itu baru untuk keperluan lain. Untuk membuka internet banking hanya 5 persen. Untuk transaksi online? Masuk urutan terakhir, cuma 3 persen.
  9. Yahoo! adalah layanan email berbasis web paling dominan, sedangkan Google dominan untuk mesin pencari.
  10.  Situs jaringan sosial masih merajai. Sebanyak 58 persen mengakses situs jaringan sosial.

Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman HITLER

Berikut adalah kisah yang dikutip dari infoaneh.blogspot.com tentang orang batak yang lolos dari kekejaman kamp konsentrasi Nazi Hitler. Semoga menambah wawasan!
Di dalam tubuh Parlindungan Lubis, tidak setetes pun mengalir darah Yahudi. Dia Batak tulen dari Mandailing. Namun kenyataannya, dia harus mendekam selama lima tahun di kamp konsentrasi NAZI , dan masih beruntung bisa keluar dari tempat penyiksaan dan pembantaian yang sadis tiada tandingannya itu. Lubis mengisahkan pengalamannya yang luar biasa itu dalam sebuah otobiografi. Sudah agak lama beredar; namun buku tersebut masih tetap aktual sampai sekarang.
Pasalnya, dialah satu-satunya orang Indonesia yang mengalami langsung hari-hari mencekam di kamp konsentrasi Nazi. Tempat pembantaian yang mengerikan itu sengaja dibangun untuk mewujudkan impian gila Hitler, yaitu memusnahkan etnis Yahudi, kaum gay, orang-orang cacat, gipsi dan Saksi Jehovah.


Berikut ini Anda bisa menyimak mosaik-mosaik pengalaman Pandapotan Lubis yang sungguh dramatis itu, melalui resensi buku tersebut yang ditulis oleh Koencoro: Otobiografi Parlindoengan Loebis.
LUBIS berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Semasa di Betawi, ia sempat aktif di Jong Islamieten Bond dan Jong Batak, yang kemudian bersama perhimpunan mahasiswa lain (selain Jong Java) bersatu membentuk PPPI dan Indonesia Moeda.
Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Lubis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan Partai Komunis Belanda dihentikan, lalu bekerjasama dengan Partai Sosialis (SDAP).
Kemudian PD II pecah. Mei 1940, saat Jerman bergerak ke barat, Belanda menyerah nyaris tanpa perlawanan. Dan bahkan kemudian kehidupan masih tampak normal dalam pendudukan Jerman. Sebelum serangan Jerman pun, partai NSB yang pro Jerman pernah memperoleh suara cukup besar (separuh suara) dari rakyat Belanda.
Selama pendudukan Jerman ini, Lubis sempat menyelesaikan kuliah di Leiden, lalu menikah di Haarlem, menjajagi bekerja di Utrecht, dan akhirnya membuka praktek di Amsterdam. Tapi kemudian, 26 Juni 1941, dua orang reserse Belanda menjemputnya. Loebis dipenjarakan, dan kemudian dipindahkan ke Kamp Konsentrasi. (Baru pada tahun 1945, Loebis mengetahui alasan penahanannya, terrnyata Jerman sedang membuka front baru melawan Sovyet, dan para aktivis gerakan pro komunis ditakutkan menjadi partisan di belakang front). Kamp Konsentrasi yang pertama dihuni adalah Kamp Schoorl. Di sini, tawanan belum disuruh bekerja, tetapi hanya disuruh apel dan berolah raga. Kemudian seluruh isi kamp ini digabungkan ke Kamp Amersfoort. Di sini, tawanan memperoleh perkerjaan konstruksi, termasuk memasang kawat berduri. Juga mulai sering disiksa secara kejam, baik oleh orang Jerman, maupun terutama oleh orang NSB.
Lubis kemudian dipindahkan ke Kamp Buchenwald di Jerman. Di sini Lubis mulai kehilangan harapan untuk dibebaskan, kecuali perang berakhir dengan kekalahan Jerman. Ia memutuskan untuk hidup secara efisien dan tanpa hati, untuk bertahan hidup selama mungkin. Di Buchenwald, mereka membuka hutan di pegunungan berkabut, memecah batu, membuat barak, saluran air, listrik, bengkel, dll, selama 7 hari seminggu, 14 jam sehari. Tawanan sering dipukuli, bahkan hingga mati. Tawanan yang mengobrol ditembak.
Namun kemudian Lubis dipindahkan lagi, pada Oktober 1942, ke Sachsenhausen, ke instalasi pabrik pesawat perang Heinkel. Di sini situasi lebih baik. Kamp lebih difokuskan pada pekerjaan teknis, biarpun kekejaman masih berlangsung, dan menyita nyawa manusia segala bangsa di sana. Kali ini, dia ditugaskan sebagai dokter kamp, sehingga tugasnya lebih ringan. Lubis jarang mengulas tentang Yahudi. Ia beralasan bahwa barangkali para Yahudi dipisahkan, dan ditempatkan di kamp tersendiri. Atau barangkali … entahlah. Saat akhirnya pasukan sekutu berhasil masuk ke Jerman, Kamp kacau.
Para tawanan dan penjaga membentuk barisan tak teratur yang terus bergerak ke barat. Tawanan yang keluar barisan langsung ditembak di belakang kepala. Tapi banyak juga penjaga yang juga lari memisahkan diri. Mereka akhirnya berhenti di kampung Grabouw. Sempat barisan dari kamp lain bergabung. Dan akhirnya tentara Russia masuk juga ke kampung itu. Mereka resmi lepas dari tawanan. Tapi perlu waktu untuk memulihkan diri, dan mencari cara untuk lepas dari kawasan Russia, menyeberangi sungai Elbe, masuk ke kawasan Sekutu Barat, dan akhirnya kembali ke Belanda dengan kereta ke Maastricht, lalu naik mobil ke keluarganya di Amsterdam.


Namun, nun di timur, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, dan pada akhir 1945, berita itu mulai terdengar masyarakat Indonesia di Belanda. Lubis dkk langsung menyatakan diri bagian dari Republik Indonesia yang merdeka, dan kekikukan kemudian terjadi lagi. Sempat ada Kongres Pemuda Demokrat Sedunia di Cekoslovakia, dan Loebis ingin menghadiri kongres ini, atas nama Indonesia. Tentu Belanda tak memberikan pass, tetapi atas bantuan Inggris, dia bisa berangkat.
Sambutan untuk Indonesia amat meriah, membuat berang para pemuda Belanda. Lubis kembali ke Belanda menumpang tim Belgia. Pemerintah Belanda akhirnya memperbolehkan orang Indonesia kembali ke negerinya. Namun dengan status sebagai NICA. Banyak yang mengira bahwa ini adalah support yang baik, karena tidak menyadari bahwa NICA justru memusuhi Pemerintah Indonesia Merdeka. Lubis sempat menyadari, dan memberi peringatan kepada lainnya.


Namun saat ia bertolak pulang, ia diberi juga pangkat Mayor NICA, yang tentu ia tolak. Ia mengambil status sebagai dokter kapal, dan dalam status itu sempat menyelundupkan Dr Setia Boedi (Douwes Dekker) kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Lubis meneruskan karir sebagai dokter, dan menolak berpolitik. Bekerja sebagai dokter di PT Timah, Belitung. Zaman kaum komunis Indonesia bangkit, Lubis difitnah dan dipensiunkan dini, karena dianggap tak mau mendukung kaum komunis. Tapi ia tetap tinggal di Belitung. Saat istrinya meninggal, baru ia pindah ke Jakarta. Lubis meninggal di ujung tahun 1994, nyaris tanpa perhatian dari bangsa kita.

10 Pemain Bola Keturunan Indonesia


Berikut ini adalah daftar pemain bola keturunan Indonesia terbaik di Eropa yang bermain bersama klub-klub besar. Pemain-pemain keturunan ini tidak hanya hebat di kancah liga domestik, namun juga berprestasi di kancah internasional, bahkan dunia. Kebanyakan dari pemain ini berkewarganegaraan Belanda dan memiliki keturunan Indonesia dari kakek, nenek, atau orang tua mereka yang tinggal di Maluku.
Sebagai orang Indonesia, tentu saja kita boleh bangga melihat berbagai prestasi para pemain ini. Tentu saja kita berharap kelak pemain-pemain asli Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa di bidang persepakbolaan. Langsung saja, berikut daftarnya

10. Michael Timisela

Bek kanan keturunan Maluku ini sudah malang melintang di liga Belanda bersama Ajax dan VVV Venlo. Selama kurang lebih 5 tahun bermain di Venlo, Michael Timisela menyumbangkan 2 gol dari 111 kali penampilan, suatu catatan rekor yang tidak buruk untuk seorang bek kanan. Gaya bermainnya yang lugas dan cenderung lebih bertahan daripada menyerang membuat Michael menjadi sosok vital untuk VVV.
Di awal tahun 2013 ini, Timisela ditransfer oleh salah satu klub divisi utama Swedia, Hammarby. Timisela memutuskan untuk hijrah ke Swedia setelah sempat diisukan akan pindah dan bermain di Liga Indonesia. Rupanya, pemain berusia 27 ini masih lebih betah bermain di Eropa.

9. Nigel de Jong

Siapa yang tidak kenal dengan gelandang tengah yang membawa Belanda menjadi finalis Piala Dunia sekaligus membawa Manchester City menjadi juara Liga Inggris? Ya, Nigel de Jong yang kini bermain di AC Milan bisa disebut sebagai salah satu pemain keturunan Indonesia paling sukses di Eropa. Karirnya melejit sejak membela Ajax, dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Sebagai gelandang, de Jong bukanlah seorang pemain fantasista yang bisa menampilkan umpan-umpan cantik seperti Pirlo atau Xavi. Ia memiliki peran sebagai “pekerja kotor”, di mana ia harus menghentikan laju bola dan melakukan berbagai tackling keras.

8. Mark van Bommel

Mark van Bommel adalah salah satu pemain berdarah Indonesia yang berhasil menuai sukses di 4 klub besar Eropa: PSV, Bayern Munich, Barcelona, dan AC Milan. Dikenal sebagai gelandang bertahan yang memiliki tendangan geledek, van Bommel kerap memberikan kejutan dengan gol-golnya di saat krusial. Sepanjang karirnya, ia berhasil mencetak 78 gol dari 535 kali penampilan. Suatu catatan yang terbilang bagus.
Pemain yang baru saja pensiun di tahun 2013 ini juga sangat disegani di timnasional Belanda. Ia dua kali terpilih sebagai pemain bola terbaik di Belanda pada tahun 2002 dan 2005. Sejak bergabung bersama PSV, van Bommel juga selalu berhasil membawa klub-klubnya menjuarai liga, setidaknya satu kali selama ia bergabung.

7. Michael Mols

Michael Mols adalah mantan striker tim nasional Belanda yang pensiun pada tahun 2009. Darah Indonesianya berasal dari keturunannya yang lahir di Maluku. Sebagai seorang striker, Mols berhasil menyarangkan 139 gol dari 455 penampilan. Sepanjang karirnya, Mols membela 6 klub liga Belanda yang berbeda, namun prestasi terbaiknya justru ditorehkan selama membela Glasgow Rangers di liga Skotlandia selama 5 tahun.
Mols sempat 6 kali membela tim nasional senior Belanda pada periode 1995-1999. Pada masa itu ia mampu mencuri perhatian pelatih karena gol-golnya bersama FC Utrecht.

6. Demy de Zeeuw

Saat ini Demy de Zeeuw bermain bersama FC Anderlecht di liga Belgia dengan status pinjaman dari Spartak Moscow sejak tahun 2011. Justru bersama Anderlecht ini de Zeeuw berhasil menemukan irama terbaiknya dan mulai dipanggil lagi untuk memperkuat timnas senior Belanda. Ia sebelumnya masuk dalam skuat Belanda dalam Euro 2008 dan Piala Dunia 2010, namun tidak dipanggil saat Euro 2012.
De Zeeuw dua kali mengangkat trofi liga Belanda bersama Ajax dan AZ Alkmaar. Ia juga membantu Anderlecht memenangi liga Belgia pada tahun 2013. Sayang, cedera yang berkepanjangan membuat permainan de Zeeuw menjadi tidak konsisten. Semoga saja ia bisa kembali bangkit dan menunjukkan permainan terbaiknya.

5. Denny Landzaat

Pemain ini memiliki darah Maluku dari ibunya. Denny Landzaat yang juga baru saja gantung sepatu di tahun 2013 ini mungkin menjadi salah satu pemain keturunan Indonesia yang memiliki segudang pengalaman bermain di liga Belanda. Posisinya sebagai gelandang jangkar membuatnya memiliki karakter permainan yang hampir sama dengan Nigel de Jong dan Mark van Bommel.
Sebagai gelandang bertahan, Landzaat terbilang cukup sering mencetak gol. Sepanjang karirnya, ia berhasil menorehkan 81 gol dari 462 kali penampilan. Di level tim nasional, Landzaat bermain 38 kali dan berhasil menyumbangkan satu gol ketika menghadapi Liechtenstein.

4. John Heitinga

Rata-rata pemain Belanda keturunan Indonesia memang memiliki gaya permainan keras dan tanpa kompromi, Setelah Nigel de Jong, Mark van Bommel, dan Denny Landzaat; masih ada John Heitinga yang juga dikenal sebagai “batu karang” pertahanan tim. Heitinga yang saat ini bermain bersama Everton boleh dibilang sebagai salah satu bek terbaik Belanda di dekade ini. Ia tak hanya bisa dimainkan sebagai bek tengah, namun juga lugas sebagai gelandang bertahan. Produktivitasnya di tim nasional Belanda pun cukup baik, dengan 7 gol dari 87 penampilan. Heitinga juga terpilih sebagai pesepakbola terbaik Belanda pada tahun 2008 dan pemain terbaik Everton tahun 2012. Benar-benar sosok bek yang tangguh!

3. Radja Nainggolan

Gelandang muda yang baru saja melawat ke Indonesia dalam sebuah pertandingan persahabatan pada bulan Juni 2013 tersebut adalah satu-satunya pemain non-Belanda yang masuk ke dalam daftar ini. Nainggolan adalah warga negara Belgia yang memulai karirnya sebagai pesepakbola di Italia. Ia pertama kali masuk tim senior bersama Piacenza, dan namanya mulai dikenal sejak bergabung bersama Cagliari. Dalam dunia video game sepakbola terbaik, nama Nainggolan pun menjadi salah satu pemain paling potensial menjadi pemain kelas dunia.
Reputasi Nainggolan sebagai gelandang tengah mulai dinilai tinggi oleh berbagai klub besar. Terbukti, Juventus, Inter Milan, dan Napoli sudah menunjukkan ketertarikan untuk merekrut pemain ini. Kita lihat saja apakah Radja Nainggolan mampu menjadi pemain keturunan Indonesia yang bersinar di tingkat dunia.

2. Giovanni van Bronckhorst

Darah Maluku kental melekat pada mantan kapten tim nasional Belanda ini. Wajahnya yang juga sangat Indonesia membuat kita yakin bahwa pemain ini memiliki darah keturunan Bumi Pertiwi. Ya, Giovanni van Bronckhorst yang pensiun pada tahun 2010 ini adalah salah satu pemain Belanda paling dihormati. Ia memperkuat tim nasional sebanyak 106 kali dan menyumbangkan 6 gol.
Gio dikenal sebagai seorang bek kiri yang sangat rajin membantu penyerangan. Sepanjang karirnya bersama Feyenoord, Arsenal, dan Barcelona, ia menyumbangkan banyak gol-gol penting yang sangat indah. Saat ini, Gio menjadi asisten manajer Feyenoord, dan secara jelas ia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pelatih tim sepak bola profesional.

1. Robin Van Persie

Siapa yang tidak kenal dengan striker tangguh dan paling ditakuti di dunia, Robin van Persie. Ia adalah striker gemilang yang bisa membuat pemain sekelas Wayne Rooney merasa terancam posisinya. Gol-golnya bersama Arsenal dan Manchester United membuatnya menjadi salah satu striker terbaik saat ini. Prestasi van Persie pun segudang, mulai dari 2 kali gelar top skorer Liga Inggris hingga juara liga.
Van Persie memiliki keturunan Indonesia dari kakeknya. Ia juga dikenal sebagai salah satu pesepakbola yang (mungkin) beragama Islam karena menikahi seorang wanita muslim. Yang jelas, kita patut berbangga pada penampilan van Persie dan berharap semoga saja ada pemain asli Indonesia yang kelak bisa menyamai atau bahkan mengungguli prestasinya.